Harianberita.web.id – Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, pihaknya telah menetapkan BH dan LW, pengusahan dan manajer dari pabrik yang terbakar di Binjai, Sumatra Utara, sebagai tersangka.
“BH dan LW, yaitu pengusaha dan supervisor yang kita mintai keterangan sudah kami tingkatkan statusnya menjadi tersangka. Keduanya juga sudah di tahan dan masih diperiksa secara intensif, “kata Nugroho, sabtu (22/6/2019).
Burhan dan Lismawarni telah ditetapkan sebagai tersangka rantaran dinilai sudah mengabaikan keselamatan dan keamanan perkerjanya, Menuut AKBP Nugroho, parbrik selama ini tidak mempunyai standar operasional serta izin nya masih belum jelas. “Usaha yang telah di lakukan oleh Burhan tidak hanya di TKP saja. Tetapi usaha mereka berdua juga beroperasi di lokasi yang lain, Di Kabupaten Langkat. Kami cek izinnya di beberapa tempat.
Di Binjai ada dua dan satu di Langkat. Kami juga sudah mengecek, izinnya tidak ada di sini. “kata dia. Informasi yang berhasil kami dapat, parbrik tersebut merupakan rumah milik dari SM (47) yang disewakan kepada BH. Selama ini rumah tersebut selalu di kunci rapat dari dalam.
Baca Juga: Ahok Bingung Dengan Gubernur Anies
Selain kedua tersangka, polisi juga masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka yang lainnya, Polisi juga menduga, ada orang lain yang merupakan atasan dari Burhan dan Lismawarni. Diberitakan sebelumnnya, 30 orang telah tewas dalam kebakaran dari pabrik korek api gas di jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019). para korban yang tewas kerena terkurung di ruangan yang terbakar.
Dari informasi yang berhasil kami dapat di lokasi kejadian, korban yang berhasil selamat, ialah Pipit (29), Ayu Anita (29), Ariyani (30), dan Nurasiyah (24). Kapolsek Binjai AKP B Naibaho yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, pabrik yang beroperasi kurang lebih dari tiga tahun belakangan ini merupakan tempat perakitan kepala korek api (macis) yang ilegal. “Jadi macis yang datang dari Medan itu sudah berisi gas. Nah di sini, hanya merakit kepala batu macis lalu di-pacing, ” Ujarnya.
