Harian Berita — Wajah memerah setelah berolahraga adalah suatu pemandangan yang cukup umum. Biasanya, kondisi ini muncul setelah berlari, melakukan yoga, maupun menjalani latihan di gym. Pada sebagian orang, perubahan warna wajah bahkan terlihat sangat mencolok hanya beberapa menit setelah mulai bergerak.
Meski terkadang membuat seseorang khawatir, wajah merah setelah olahraga umumnya merupakan respons alami tubuh ketika berusaha menurunkan suhu.
Ketika melakukan aktivitas fisik, otot bekerja lebih keras dan menghasilkan panas. Semakin intens olahraga yang dilakukan, semakin banyak panas yang diproduksi tubuh. Agar suhu inti tetap berada dalam batas aman, tubuh akan mengaktifkan berbagai mekanisme untuk membuang panas tersebut.
Salah satunya adalah meningkatkan aliran darah menuju kulit. Pembuluh darah yang berada di dekat permukaan kulit akan melebar sehingga lebih banyak darah dari bagian dalam tubuh mengalir ke permukaan.
Darah tersebut membawa panas dari dalam tubuh. Ketika mencapai permukaan kulit, panas kemudian dapat dilepaskan ke lingkungan. Proses pendinginan ini juga dibantu oleh keluarnya keringat.
Menurut ulasan yang dipublikasikan dalam Physiological Reviews, peningkatan aliran darah ke kulit merupakan bagian dari mekanisme termoregulasi tubuh selama berolahraga, khususnya ketika suhu inti mulai meningkat.
Menariknya, proses tersebut tidak selalu langsung terjadi sejak seseorang mulai berolahraga. Pada tahap awal aktivitas, pembuluh darah kulit justru dapat mengalami penyempitan sementara.
Mekanisme ini membantu mempertahankan aliran darah yang dibutuhkan otot untuk bekerja.
Setelah suhu inti tubuh mencapai tingkat tertentu, aliran darah menuju kulit kemudian meningkat. Pelebaran pembuluh darah tersebut membantu tubuh memindahkan panas ke permukaan sehingga dapat dilepaskan.
Mengapa Ada Orang yang Wajahnya Lebih Merah?

Tingkat kemerahan wajah setelah olahraga dapat berbeda antara satu orang dan lainnya. Ada yang hanya mengalami sedikit perubahan warna, sementara wajah orang lain bisa terlihat sangat merah meski melakukan jenis latihan yang sama.
Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk tingkat kebugaran, hidrasi, usia, serta kemampuan tubuh dalam beradaptasi terhadap panas.
Kebiasaan berolahraga juga membuat tubuh mengalami berbagai bentuk adaptasi. Penelitian yang dimuat dalam Experimental Physiology menunjukkan bahwa latihan dapat memengaruhi bagaimana sistem pembuluh darah kulit merespons aktivitas fisik dan paparan panas.
Kondisi lingkungan turut berperan. Ketika seseorang berolahraga di tempat yang panas atau memiliki kelembapan tinggi, tubuh akan lebih sulit membuang panas ke lingkungan.
Untuk mengimbanginya, aliran darah ke permukaan kulit dapat meningkat. Kondisi tersebut membuat wajah terlihat lebih merah dibandingkan ketika seseorang melakukan olahraga yang sama di tempat yang lebih sejuk.
Karena itu, tingkat kemerahan wajah tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk menilai seberapa berat seseorang berolahraga. Wajah yang sangat merah bukan berarti otomatis menunjukkan latihan yang lebih berat dibandingkan orang yang wajahnya hanya sedikit berubah warna.
Pada dasarnya, kemerahan setelah olahraga merupakan bagian dari respons normal tubuh terhadap peningkatan suhu.
Akan tetapi, kondisi tersebut perlu diperhatikan jika disertai gejala lain. Bila wajah merah muncul bersama pusing, kelemahan berat, kebingungan, mual atau muntah, sakit kepala berat, sesak napas, nyeri dada, atau sensasi seperti akan pingsan, sebaiknya segera menghentikan aktivitas.
Gejala-gejala tersebut dapat menjadi tanda tubuh mengalami kesulitan menghadapi panas atau adanya kondisi lain yang membutuhkan perhatian medis. Jangan memaksakan diri untuk terus berolahraga ketika tubuh sudah menunjukkan tanda bahaya.
