Jangan Asal Simpan Air Kelapa di Tumbler, Ini Alasannya

Harian Berita — Air kelapa kerap diminum setelah berolahraga atau ketika tubuh membutuhkan minuman yang menyegarkan di tengah cuaca panas. Karena ingin lebih praktis, tidak sedikit orang yang memindahkannya dari buah langsung ke tumbler untuk dibawa dan diminum secara bertahap.

Di sisi lain, beredar anggapan bahwa air kelapa tidak sebaiknya dimasukkan ke dalam tumbler, khususnya wadah berbahan stainless steel. Kekhawatiran tersebut biasanya dikaitkan dengan sifat air kelapa yang cenderung asam dan kemungkinan terjadinya interaksi dengan material wadah.

Akan tetapi, keamanan air kelapa tidak bisa ditentukan hanya dari jenis tumbler. Ada beberapa hal lain yang justru lebih penting, seperti kebersihan wadah, suhu penyimpanan, dan berapa lama air kelapa dibiarkan sebelum diminum.

Air kelapa segar yang baru dikeluarkan dari buah juga perlu dibedakan dengan produk air kelapa kemasan. Setelah buah dibuka, air kelapa mulai bersentuhan dengan lingkungan sehingga kondisi mikrobiologisnya dapat berubah.

Suhu dan Lama Penyimpanan Lebih Penting

Secara alami, air kelapa mengandung air, gula, mineral, serta berbagai nutrien. Kandungan tersebut membuatnya tetap termasuk minuman yang kualitasnya dapat berubah apabila tidak disimpan dengan cara yang tepat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food Science & Nutrition menunjukkan bahwa pengolahan dan penyimpanan pada suhu rendah berperan dalam mempertahankan kualitas mikrobiologis air kelapa. Dalam penelitian tersebut, sampel air kelapa yang telah mendapatkan perlakuan tertentu disimpan pada suhu sekitar 4 derajat Celsius.

Hal ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar apakah air kelapa dituangkan ke dalam tumbler atau tidak. Suhu dan durasi penyimpanan justru menjadi faktor penting.

Prinsip serupa berlaku pada berbagai jenis makanan dan minuman yang mudah rusak. Departemen Pertanian Amerika Serikat atau USDA menjelaskan bahwa bakteri dapat berkembang dengan cepat pada kisaran suhu sekitar 4-60 derajat Celsius.

Karena itu, makanan dan minuman yang mudah rusak sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang selama lebih dari dua jam. Apabila suhu lingkungan berada di atas 32 derajat Celsius, batas waktunya menjadi sekitar satu jam.

Dengan demikian, air kelapa segar yang dimasukkan ke tumbler lalu dibiarkan berjam-jam pada suhu ruang bukanlah kebiasaan yang ideal, terlepas dari bahan tumbler yang digunakan.

Jika ingin menyimpan air kelapa lebih lama, menjaga suhunya tetap rendah menjadi salah satu langkah penting. Wadah yang digunakan juga harus dalam kondisi bersih untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Bagaimana dengan Tumbler Stainless Steel?

Kekhawatiran mengenai tumbler stainless steel muncul karena air kelapa memiliki karakteristik asam. Secara umum, interaksi antara minuman dengan material wadah memang menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama jika cairan disimpan dalam waktu lama.

Salah satu penelitian dari Universitas Lambung Mangkurat mengamati pengaruh air kelapa terhadap korosi pada material stainless steel. Penelitian tersebut menggunakan kawat ortodontik berbahan stainless steel yang direndam dalam air kelapa.

Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang direndam dalam air kelapa mengalami laju korosi lebih tinggi dibandingkan kelompok yang direndam dalam larutan salin. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa karakteristik kimia air kelapa memang dapat berinteraksi dengan material logam tertentu.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak bisa langsung diterapkan pada semua tumbler stainless steel yang digunakan sehari-hari.

Kawat ortodontik dan tumbler memiliki bentuk, jenis material, kondisi permukaan, serta lingkungan penggunaan yang berbeda. Selain itu, penelitian laboratorium juga menggunakan kondisi dan durasi perendaman tertentu yang belum tentu sama dengan penggunaan tumbler sehari-hari.

Karena itu, temuan tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa menyimpan air kelapa di tumbler stainless steel secara otomatis akan menyebabkan keracunan logam.

Jika air kelapa atau minuman bercita rasa asam ingin dibawa menggunakan tumbler, pilih wadah food-grade yang memang dirancang untuk menyimpan minuman. Kebersihan tumbler juga perlu diperhatikan, termasuk mencuci dan mengeringkannya secara rutin.

Pada akhirnya, air kelapa tidak otomatis menjadi berbahaya hanya karena dituangkan ke dalam tumbler. Yang lebih perlu diperhatikan adalah kondisi wadah, kesesuaian material, suhu, serta lama penyimpanan.

Untuk air kelapa segar, sebaiknya jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang. Jika ingin menyimpannya lebih lama, pendinginan menjadi langkah yang lebih penting daripada sekadar mengkhawatirkan apakah tumbler terbuat dari stainless steel atau bukan.