Harian Berita – Mayat tanpa identitas yang ditemukan pihak kepolisian di daerah Tapos, Cimanggis, Depok ternyata berjenis kelamin laki-laki.
Diberitakan sebelumnya, kepolisian sempat menyebut mayat tersebut berjenis kelamin perempuan. Akan tetapi, usai dilakukan pemeriksaan oleh dokter forensik ternyata mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki.
“Hasilnya bahwa korban dinyatakan seorang laki-laki, berjenis kelamin laki-laki, dengan usia berkisar antara 49-65 tahun, tinggi badan 162 cm ya,” ujarĀ Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Hereos Baruno pada awak media, pada Senin (15/5).
Yogen juga mengungkapkan bahwa tak ditemukan alat kelamin laki-laki pada tubuh korban. Tetapi, kata dia, pihaknya masih mendalami mengenai hilangnya alat kelamin korban.
Yogen turut menyampaikan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi oleh dokter forensik untuk memastikan hal tersebut.
“Jadi tidak bisa disimpulkan oleh dokter ya, apakah itu hilang karena pembusukan atau hilang disengaja ya,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Yogen, menurut hasil pemeriksaan sementara, ditemukan pula sejumlah luka tusuk pada tubuh korban.
“Memang ditemukan luka tusuk di perut kanan dan pinggul sebelah kiri ya namun kita tidak tahu apakah itu penyebab kematian apa bukan,” jelasnya.
Sejauh ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait temuan jasad tersebut. Di mana, sudah ada tujuh saksi yang dimintai keterangan oleh kepolisian.
Mayat tanpa identitas tersebut ditemukan di daerah Tapos, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (11/5).
Kapolres Metro Depok Kombes Ahmad Fuady mengungkapkan jasad itu ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan tangan korban juga dalam keadaan terikat.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno menduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan dan sudah dibuang semenjak sepekan lalu. Dia juga menuturkan jika kondisi mayat sudah mulai membusuk.
“Kondisinya jadi memang sudah sekitar lima hari sampai seminggu, sudah ada pembusukan sebagian,” ujar Yogen kepada wartawan, pada Jumat (12/5).
“Kemudian di daerah leher ke kepala juga sudah mulai agak keropos, sudah mulai enggak utuh lagi,” imbuhnya.
