Harian Berita — Ketika tubuh mengalami demam, banyak orang langsung mencari minuman dingin untuk meredakan rasa panas. Namun, muncul pertanyaan: apakah air es benar-benar membantu, atau justru bisa memperburuk kondisi?
Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Semua kembali pada kondisi tubuh dan cara tubuh merespons suhu minuman.
Saat demam terjadi, tubuh sedang menjalankan mekanisme alami untuk melawan infeksi. Dalam kondisi ini, suhu tubuh meningkat dan menyebabkan cairan lebih cepat hilang melalui keringat.
Menurut berbagai sumber kesehatan seperti Biology Insights, kehilangan cairan saat demam bisa cukup signifikan, bahkan mencapai ratusan mililiter per hari.
Jika tidak segera diganti, kondisi ini dapat memicu dehidrasi yang justru memperlambat proses pemulihan.
Air Es Hanya Memberi Efek Sementara

Minum air dingin memang bisa memberikan sensasi segar saat tubuh terasa panas. Namun, efek ini hanya bersifat sementara dan tidak benar-benar menurunkan suhu inti tubuh.
Tubuh manusia memiliki sistem pengatur suhu sendiri. Ketika menerima rangsangan dingin, tubuh justru bisa bereaksi dengan menghasilkan panas tambahan untuk menyeimbangkan kondisi.
Akibatnya, rasa panas bisa kembali muncul setelah efek dingin hilang.
Pada beberapa kondisi, konsumsi air es saat demam bisa menimbulkan ketidaknyamanan, terutama jika diminum terlalu cepat atau dalam jumlah banyak.
Mengacu pada penjelasan dari Science Insights, minuman yang sangat dingin dapat memicu penyempitan pembuluh darah sementara, khususnya di area tenggorokan.
Selain itu, beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain:
- Mual atau muntah
- Iritasi tenggorokan
- Sensasi menggigil
- Gangguan pencernaan ringan
Reaksi ini berbeda pada setiap orang, tergantung sensitivitas tubuh masing-masing.
Kapan Minuman Dingin Masih Boleh Dikonsumsi?
Meski tidak ideal, minuman dingin tetap bisa dikonsumsi dalam kondisi tertentu.
Misalnya saja saat mengalami sakit tenggorokan, air dingin atau es bisa memberikan efek kebas sementara yang membantu meredakan nyeri.
Akan tetapi, perlu dipahami bahwa efek tersebut hanya meredakan gejala, bukan mempercepat penyembuhan.
Untuk sebagian besar kondisi demam, minuman hangat justru lebih dianjurkan.
Minuman hangat dapat membantu:
- Mengencerkan lendir
- Melegakan saluran pernapasan
- Memberikan efek relaksasi pada tubuh
Oleh sebab itu, pilihan minuman seperti air hangat atau teh herbal sering direkomendasikan ketika tubuh sedang tidak fit.
Supaya tubuh tetap terhidrasi dan proses pemulihan berjalan optimal, berikut beberapa jenis minuman yang disarankan:
- Air putih suhu ruang
- Air hangat
- Teh herbal
- Minuman elektrolit (jika kehilangan cairan cukup banyak)
Jenis minuman ini lebih mudah diterima tubuh dan minim risiko menimbulkan efek samping.
Kesimpulan: Boleh, Tapi Bukan Pilihan Terbaik
Minum air es saat demam pada dasarnya tidak berbahaya, selama tubuh masih bisa menerimanya tanpa reaksi negatif.
Namun, jika tujuan utamanya adalah mempercepat pemulihan, air bersuhu ruang atau hangat tetap menjadi pilihan yang lebih aman dan efektif.
Fokus utama saat demam bukan pada suhu minuman, melainkan kecukupan cairan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
