Harian Berita — Seperti kita tahu, seseorang yang akan melakukan medical check-up (MCU), diwajibkan berpuasa terlebih dahulu.
Lalu apa alasannya?
Kenyataannya, puasa sebelum MCU bukanlah sekadar aturan tanpa alasan. Pasalnya, ada hal-hal penting di balik aturan ini, terutama terkait keakuratan hasil pemeriksaan laboratorium.
Jessica Louisa, dokter di RS Bethsaida Gading Serpong menjelaskan, puasa sebelum MCU merupakan bagian dari standarisasi laboratorium.
“Itu standarisasi dari lab. Tergantung satuan pemeriksaan med-check. Kan, ada pemeriksaan gula puasa, asam urat, dan lainnya,” jelasnya.
Jessica menyebut, setiap pemeriksaan memiliki kebutuhan puasa yang berbeda-beda. Namun, secara umum, durasi puasa yang dianjurkan yakni 12 jam sebelum pengambilan sampel darah.
Hal ini berarti, apabila kamu akan melaksanakan MCU jam 8 pagi, maka kamu sudah harus berhenti makan sejak jam 8 malam sebelumnya. Untuk minum air putih masih diperbolehkan, namun makanan dan minuman manis harus ditahan dulu.
Jessica menuturkan, bahwa puasa ini diperlukan untuk memastikan hasil pemeriksaan lebih akurat dan tidak bias oleh konsumsi makanan terakhir. Sejumlah parameter kesehatan juga sangat dipengaruhi oleh asupan makanan, terutama sebagai berikut;
1. Gula darah puasa
Apabila kamu makan sebelum tes, kadar gula darah akan naik secara alami dan menutupi indikasi awal prediabetes atau diabetes.
2. Kolesterol dan trigliserida
Lemak dalam makanan dapat membuat kadar trigliserida melambung tinggi dalam waktu singkat.
3. Asam urat
Walaupun sebagian besar berasal dari metabolisme tubuh, makanan juga dapat memicu lonjakan sementara.
4. Tekanan darah dan fungsi hati
Ada beberapa zat dalam makanan yang bisa memengaruhi nilai-nilai ini secara sementara.
“Pentingnya puasa itu ya untuk lihat reagen-reagen yang perlu puasa, termasuk tekanan darah, kolesterol, dan gula darah,” ungkap Jessica.
