Harian Berita – Ferdinand Hutahaean, tersangka dari kasus dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA, resmi mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin (17/1).
“Hari ini resmi kami sampaikan, telah kami masukkan permohonan penangguhan penahanan kepada Bareskrim melalui penyidik yang diterima tadi pukul 16.30 WIB,” ujar kuasa hukum Ferdinand, Rony Hutahaean kepada awak media.
Rony mengatakan, penangguhan penahanan itu diserahkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, karena kliennya tersebut memiliki penyakit. Dia juga menilai, seharusnya Ferdinand tak ditahan.
Bukan hanya itu, Ferdinand juga merupakan tulang punggung keluarga, sehingga perlu untuk memberikan nafkah. Karena penahanan itulah dirinya tak dapat melakukan kewajiban sebagai kepala keluarga.
“Sudah kami sampaikan bahwa sejak tahun 2019, beliau ini adalah menjalani pengobatan secara rutin ya. Dengan penyakit yang diderita telah menahun dua tahun lebih. Itu lah alasan yang kami ajukan kepada penyidik Bareskrim untuk penangguhan penahanan,” jelasnya.
Mengaku Memiliki Penyakit
Sebelumnya, Ferdinand lewat kuasa hukumnya mengaku menderita penyakit kelistrikan saraf. Karena penyakit itulah yang membuat dirinya menggunggah cuitan kontroversial.
Akan tetapi berbanding terbalik dengan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan. Di mana polisi menyatakan Ferdinand berada dlam kondisi yang sehat dan dapat ditahan.
Rony menjelaskan, jika keluarga Ferdinand lah yang bertindak sebagai penjamin dalam permohonan penangguhan tersebut.
Namun, dia tak bisa merincikan lebih lanjut pihak lain yang ikut dijadikan sebagai penjamin Ferdinand. Rony berharap agar penahanan kliennya dapat ditangguhkan.
“Penjamin adalah keluarga, salah satunya hanya keluarga, dan ada ahli yang lain. Tapi yang bisa kami sampaikan adalah keluarga, yaitu orang tua, dan keluarga lainnya,” ucapnya.
Awal kasus
![]()
Sebelumnya, Ferdinand resmi menjadi tersangka karena cuitannya yang berbunyi ‘Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela’.
Namun sekarang, unggahan tersebut sudah dihapus. Dari balik bui, Ferdinand juga menuliskan surat yang berisi permohonan maaf atas cuitan tersebut.
Ferdinand, mantan politikus Partai Demokrat itu kemudian mengatakan, bahwa dirinya sebagai umat Muslim ingin menegaskan bahwa tidak ada tempat berlindung lain kecuali Allah SWT melalui cuitan tersebut.
Akan tetapi, menurutnya, jika pesan tersebut dimaknai berbeda maka dirinya ingin agar dapat dibimbing sehingga menjadi lebih baik.
“Atas kekhilafan saya, mohon dimaafkan dan bimbing saya agar ke depan semakin menjadi seorang yang lebih baik beragama dan bertutur kata,” tulis Ferdinand.
