Harian Berita — Kasus dugaan intimidasi terhadap dr. Elisa Princilia Utami Pakaenoni atau Dokter Icha yang berujung pada dugaan bunuh diri terus menjadi perhatian publik. Sejumlah partai politik akhirnya angkat bicara setelah nama tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) dari PDIP, Golkar, dan PKB disebut diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Ketiga anggota DPRD yang dimaksud ialah Veronika Lake dari PDIP, Theresius Lazakar dari Partai Golkar, dan Robert Tubani dari PKB. Masing-masing partai menyatakan akan mengambil langkah internal untuk menelusuri dugaan keterlibatan kadernya.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut dugaan tekanan psikologis terhadap tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugasnya. Selain proses hukum yang berjalan, publik juga menunggu sikap tegas dari partai politik terhadap kader yang diduga terlibat.
Tiga Partai Siapkan Langkah Internal
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menegaskan partainya tidak akan tinggal diam apabila terbukti ada pelanggaran yang dilakukan kadernya. Menurutnya, PDIP memiliki mekanisme penegakan disiplin yang dapat menjatuhkan sanksi sesuai tingkat kesalahan.
Djarot menyebut sanksi yang diberikan dapat berupa teguran lisan, teguran tertulis, hingga pemberhentian dari keanggotaan partai apabila pelanggaran dinilai berat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan partainya masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang berkembang. DPP Golkar juga telah meminta DPD Golkar setempat memanggil Theresius Lazakar untuk memberikan penjelasan.
Meski demikian, Sarmuji menegaskan partainya belum ingin mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta diperoleh. Menurutnya, perlu dipastikan terlebih dahulu apakah benar terjadi intimidasi dan apakah tindakan tersebut memiliki keterkaitan dengan keputusan korban mengakhiri hidupnya.
Di sisi lain, PKB juga menyatakan akan memanggil Robert Tubani untuk melakukan klarifikasi. Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh, menegaskan partainya akan menjatuhkan sanksi disiplin apabila kadernya terbukti terlibat dalam tindakan intimidasi.
Dugaan Intimidasi Jadi Sorotan
Nihayatul menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi terhadap tenaga kesehatan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan agar seluruh fakta dapat terungkap.
Sebelumnya, dokter Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/6) sekitar pukul 18.00 WITA.
Berdasarkan informasi yang beredar, dokter tersebut diduga mengalami tekanan psikologis setelah menerima intimidasi saat menangani seorang pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada 13 Juni 2026.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas karena tidak hanya menyangkut dugaan intimidasi terhadap tenaga medis, tetapi juga memunculkan tuntutan supaya seluruh pihak yang terlibat diproses secara transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
