Harian Berita —Susu UHT sering menjadi pilihan praktis bagi keluarga. Produk ini mudah ditemukan dan tidak membutuhkan banyak persiapan sebelum diminum. Karena itu, tidak sedikit orang tua yang bertanya apakah susu UHT juga aman diberikan kepada bayi.
Pertanyaan tersebut penting karena kebutuhan nutrisi bayi terus berubah sesuai usianya. Makanan dan minuman yang aman untuk anak usia dua tahun belum tentu cocok untuk bayi yang baru berusia beberapa bulan.
Susu sapi, termasuk susu UHT, memang mengandung sejumlah nutrisi penting. Namun, kandungan tersebut belum tentu sesuai dengan kebutuhan bayi pada tahun pertama kehidupannya.
Lantas, apakah bayi boleh minum susu UHT? Orang tua perlu memperhatikan batas usia sebelum memberikan susu sapi kepada si kecil.
Bayi Boleh Minum Susu UHT Setelah Usia 1 Tahun
Berdasarkan penjelasan dalam buku Antiribet MPASI (2023) karya Dr. Asti Praborini, Sp.A., IBCLC dan Dr. Dyah Febriyanti, IBCLC, anak dapat mulai mengonsumsi susu sapi yang telah dipasteurisasi maupun susu UHT setelah berusia 1 tahun.
Jadi, susu UHT tidak dianjurkan sebagai minuman utama untuk bayi yang belum genap berusia 12 bulan.
Setelah anak berusia 1 tahun, orang tua dapat mulai mengenalkan susu UHT. Namun, susu tersebut bukan kebutuhan yang wajib diberikan setiap hari.

Pada usia tersebut, anak sudah mulai mengonsumsi makanan keluarga. Orang tua perlu memberikan menu yang beragam agar kebutuhan protein, vitamin, mineral, lemak, dan zat gizi lainnya tetap terpenuhi.
Jika anak masih mendapatkan ASI, pemberiannya juga dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan.
Jumlah susu sapi juga perlu diperhatikan. Konsumsi susu sebaiknya tidak berlebihan. Dalam buku tersebut, jumlah susu sapi yang dianjurkan sekitar dua cangkir atau 400 ml per hari.
Anak juga tidak harus minum susu sapi jika kebutuhan nutrisinya sudah tercukupi dari makanan dan ASI.
Kenapa Bayi di Bawah 1 Tahun Tidak Dianjurkan Minum Susu UHT?
Bayi memiliki sistem pencernaan dan ginjal yang masih berkembang. Kondisi tersebut membuat tubuh bayi belum siap menerima susu sapi sebagai minuman utama.
Health Hub menjelaskan beberapa alasan susu sapi tidak dianjurkan untuk bayi di bawah usia 1 tahun.
Salah satunya berkaitan dengan kandungan protein dan mineral. Jumlahnya cukup tinggi sehingga dapat membuat ginjal bayi bekerja lebih berat.
Bayi juga membutuhkan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Sementara itu, susu sapi tidak menyediakan zat besi dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan bayi.
Pemberian susu sapi terlalu dini juga dapat meningkatkan risiko anemia akibat kekurangan zat besi.
Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena zat besi berperan dalam perkembangan otak dan kemampuan belajar anak.
Selain itu, susu sapi tidak memiliki komposisi nutrisi yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan bayi. Karena itu, selama tahun pertama, ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama yang dianjurkan.
Bila bayi tidak mendapatkan ASI atau membutuhkan tambahan nutrisi, orang tua dapat menggunakan susu formula sesuai kondisi dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Bagaimana Cara Mengenalkan Susu UHT pada Anak?

Setelah memasuki usia 1 tahun, orang tua bisa mengenalkan susu UHT secara bertahap. Tidak semua anak langsung menyukai rasa susu sapi. Karena itu, orang tua tidak perlu memaksanya.
Mulailah dengan memberikan sedikit susu. Jika anak dapat menerimanya dengan baik, jumlahnya bisa ditingkatkan secara perlahan.
Orang tua juga dapat memasukkan susu ke dalam makanan. Misalnya, susu UHT bisa digunakan untuk membuat oatmeal, bubur, atau makanan lain yang sesuai dengan usia anak.
Cara tersebut dapat membantu anak mengenal rasa susu tanpa harus langsung meminumnya dalam jumlah banyak.
Perhatikan juga kondisi anak setelah mengonsumsi susu. Beberapa anak mungkin memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu sapi.
Jika anak mengalami keluhan seperti muntah, diare, sakit perut, ruam, atau kesulitan bernapas setelah minum susu, orang tua perlu segera mencari bantuan medis. Jangan menganggap gejala tersebut sebagai reaksi biasa.
Tidak Suka Susu UHT? Tidak Perlu Dipaksa
Anak yang tidak menyukai susu UHT tidak selalu berarti kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi.
Kalsium, misalnya, dapat diperoleh dari berbagai makanan lain. Orang tua bisa memberikan yoghurt tanpa pemanis, keju, ikan tertentu, serta makanan lain yang mengandung kalsium.
Yang perlu diperhatikan adalah pola makan anak secara keseluruhan. Jangan hanya berfokus pada jumlah susu yang diminum.
Terlalu banyak memberikan susu juga bukan pilihan yang baik. Anak bisa merasa kenyang sehingga mengurangi keinginan untuk makan makanan utama.
Karena itu, orang tua perlu menjaga keseimbangan antara susu dan makanan padat. Berikan menu yang bervariasi dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Jadi, bayi boleh minum susu UHT setelah berusia 1 tahun.
Sebelum usia tersebut, susu UHT sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti ASI atau susu formula.
Setelah anak berusia 1 tahun, susu UHT dapat menjadi bagian dari pola makan. Namun, pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Jika orang tua masih ragu mengenai jenis susu atau jumlah yang tepat, konsultasikan dengan dokter anak. Terutama jika anak memiliki alergi, masalah pertumbuhan, atau kondisi kesehatan tertentu.
