Harian Berita – Banyaknya kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Kudus, Jawa Tengah, dan daerah khusus Ibu Kota Jakarta diakibatkan oleh virus Covid-19 Varian Delta.
Diketahui, varian yang dominan terutama adalah B.1.617.2. Varian tersebut adalah varian Delta yang pertama kali ditemukan di India. Sedangkan varian B.1.1.7 atau Alpha yang pertama diidentifikasi di Inggris.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, dari 34 spesiemen dari Kudus yang diperiksa dengan teknik whole genome sequencing (WGS), 28 di antarannya positif varian Delta.
Nadia menambahkan, jika pemerikasaan dilakukan oleh laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Lalu, apa gejala yang ditimbulkan dari virus varian Delta ini?
Gejalanya
Dilansir dari NBC Miami (10/6/2021), gejala dari infeksi virus corona varian Delta ini tidak jauh berbeda dengan gejala yang diakibatkan oleh infeksi virus asalnya.
Namun, pada infeksi varian Delta, gejala yang ditimbulkan akan menjadi lebih parah dan lebih sulit ditangani melalui penanganan medis.
Seperti yang disampaikan oleh profesor kedokteran darurat dan kesehatan internasional di Johns Hopkins Universiy, Dr. Bhakti Hansoti, gejala virus corona varian Delta di antaranya seperti:
- Sakit perut
- Hilangnya selera makan
- Muntah
- Mual
- Nyeri sendi
- Gangguan pendengaran.
Dari banyak kasus, pasien yang terinfeksi virus ini membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, hingga memerlukan bantuan oksigen dan menderita komplikasi lain.
Abdul Ghafur, dokter penyakit menular di Apollo Hospital India menyebutkan, prevalensi gangguan pencernaan adalah gejala yang ditimbulkan oleh infeksi varian Delta. Gangguan ini lebih besar daripada gejala yang disebabkan oleh strain virus aslinya.
Flu Berat

Melansir The Guardian (14/6/2021), para peneliti mengungkapkan, bahwa gejala umum virus Covid-19 varian Delta antara lain:
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Pilek
- Demam.
Profesor epidemiologi genetik di King’s College London, Tim Spector mengatakan, dari data yang berhasil didapatkan, gejala dari varian Delta terasa seperti “flu yang berat”.
“Covid sekarang berbeda, dia lebih menyerupai flu yang parah. Orang-orang mungkin berpikir hanya mengalami flu musiman dan mereka tetap pergi ke pesta, kami pikir ini masalah,” ujar Spector.
Awal Mei lalu, Spector melihat data dari gejala yang paling banyak dilaporkan penderita Covid-19, di mana gejala saat ini berbeda dari yang banyak dikeluhkan para penderita sebelumnya.
Padahal, gejala Covid-19 umumnya adalah demam, batuk, dan anosmia atau kehilangan kemampuan membau dan indra perasa.
Spector beranggapan, batuk tampaknya menjadi gejala paling umum kelima, sementara hilangnya penciuman tidak masuk dalam 10 besar gejala.
Lebih Mudah Menular

Dari banyaknya varian baru hasil mutasi virus SARS-CoV-2, varian Delta disebut-sebut paling mudah menular.
Varian Delta atau B.1.617.2 pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020. Penelitian terbaru juga mengungkapkan bahwa varian adalah varian paling cepat menular.
Para ilmuwan dari India mengatakan, jika varian Delta dikatakan, 50 persen lebih menular daripada varian Alpha atau varian pertama virus corona. Oleh karena itu, para ilmuwan percaya varian ini dominan secara global.
Kekhawatiran yang ditimbulkan dari strain Delta adalah kemampuan infeksinya, dikatakan lebih mudah menyerang usia anak-anak.
Dilaporkan pula oleh Badan Kesehatan Masyarakat Inggris (PHE), adanya sedikit peningkatan kasus Covid-19 pada anak-anak yang sejalan dengan peningkatan infeksi strain Delta di tengah masyarakat.
Pejabat di Skotlandia juga melaporkan temuan serupa, di mana ada 10 anak dirawat di rumah sakit akibat Covid-19.
