Harian Berita – Kentang dan ubi jalar adalah sumber karbohidrat yang dapat dijadikan sebagai pengganti nasi. Tetapi, antara keduanya, mana yang lebih sehat? Kentang atau ubi jalar?
Diketahui, kentang dan ubi jalar sering dianggap sama. Pasalnya, selain bentuknya yang mirip, keduanya juga berasal dari akar pohon atau umbi-umbian.
Keduanya juga makanan sehat yang kaya akan nutrisi, termasuk berbagai vitamin dan mineral. Walaupun demikian, ada perbedaan antara kentang dan ubi jalar, termasuk dalam hal kesehatan.
Dikutip dari The Healthy, ahli gizi di Cleveland Clinic Beth Czerwony mengatakan, kentang maupun ubi jalar sama-sama sehat. Namun, apabila ditanya yang lebih sehat, ubi jalar bisa jadi jawabannya.

Ubi jalar mempunyai sedikit keunggulan. Yakni kandungan beta karoten dan vitamin A yang tinggi membuatnya lebih sehat daripada kentang.
Beta karoten ini memberi warna oranye pada ubi jalar. Zat ini merupakan agen antioksidan yang dapat membantu melindungi dari kerusakan sel akibat paparan radikal bebas.
Bukan hanya itu, beta karoten juga bisa diubah menjadi vitamin A. Inilah yang membuat ubi jalar memiliki kandungan vitamin A yang lebih besar.
melansir dari Business Insider, ubi jalar memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Apabila kentang rebus memiliki indeks glikemik tinggi sekitar 78, maka ubi rebus mempunyai indeks glikemik menengah sebesar 63.

Jadi, kentang lebih cepat terurai menjadi gula di saluran pencernaan. Inilah yang menjadi penyebab melonjaknya gula darah usai makan kentang.
Mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang lebih rendah juga bisa membantu mengontrol gula darah.
Meski demikian, kentang dan ubi jalar sendiri merupakan makanan sehat yang cocok untuk sebagian besar pola makan.
Namun, ubi jalar bisa menjadi pilihan yang lebih baik bagi kamu yang mencari manfaat kesehatan tambahan seperti mengatur kadar gula darah dan menambah asupan vitamin A serta antioksidan.
