Harian Berita — Penyakit herpes zoster atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai cacar ular sering menimbulkan kekhawatiran karena ruamnya terasa nyeri dan muncul dalam bentuk lepuhan di kulit. Tidak sedikit orang yang kemudian bertanya-tanya, apakah penyakit ini bisa menular kepada orang lain?
Sebenarnya Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV), yaitu virus yang sama penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak benar-benar hilang dari tubuh. Virus akan tetap berada di dalam sistem saraf dalam kondisi tidak aktif dan dapat muncul kembali di kemudian hari ketika daya tahan tubuh melemah.
Karena itulah, herpes zoster umumnya lebih sering dialami oleh orang dewasa, terutama lanjut usia atau mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang menurun.
Apakah Cacar Ular Bisa Menular?
Jawabannya ya, tetapi penularannya tidak semudah yang banyak dibayangkan.
Cacar ular tidak menyebar melalui batuk, bersin, atau air liur seperti penyakit saluran pernapasan. Penularan umumnya terjadi jika seseorang melakukan kontak langsung dengan cairan yang terdapat pada lepuhan atau ruam herpes zoster yang masih aktif.

Orang yang belum pernah terkena cacar air atau belum mendapatkan vaksin cacar air memiliki risiko lebih besar tertular virus tersebut. Namun, jika tertular, mereka tidak langsung mengalami cacar ular, melainkan akan mengalami cacar air sebagai infeksi pertama.
Masa inkubasi virus Varicella-zoster berkisar antara 10 hingga 21 hari sebelum gejala mulai muncul.
Risiko munculnya herpes zoster juga meningkat seiring bertambahnya usia. Banyak kasus ditemukan pada orang berusia di atas 60 tahun, sementara risikonya semakin tinggi setelah memasuki usia 70 tahun.
Selain faktor usia, beberapa kondisi lain juga dapat memicu aktifnya kembali virus dalam tubuh, di antaranya:
- Memiliki penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.
- Mengonsumsi obat-obatan yang menekan sistem imun, seperti obat imunosupresan.
- Terpapar sinar matahari berlebihan dalam waktu lama.
- Mengalami kondisi yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun.
Cara Mencegah Penularan Cacar Ular
Meski tidak mudah menular, penderita herpes zoster tetap perlu melakukan sejumlah langkah pencegahan agar virus tidak menyebar kepada orang lain.
Salah satu cara yang dianjurkan adalah menjaga area ruam tetap bersih dan selalu tertutup. Langkah ini membantu mengurangi risiko orang lain menyentuh cairan lepuhan secara tidak sengaja.
Penderita juga disarankan mencuci tangan secara rutin, terutama setelah menyentuh area ruam, serta menghindari kebiasaan menggaruk lepuhan agar virus tidak berpindah ke bagian tubuh lain maupun ke orang lain.
Selama ruam masih aktif, sebaiknya penderita menghindari kontak dengan kelompok yang rentan mengalami komplikasi, seperti ibu hamil, bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, anak-anak yang belum pernah terkena cacar air atau belum menerima vaksin, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Pada sebagian besar kasus, cacar ular dapat membaik seiring waktu. Namun, apabila ruam semakin luas, nyeri terasa sangat berat, muncul demam tinggi, atau gejala tidak kunjung membaik, penderita sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Memahami cara penularan herpes zoster menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran virus sekaligus melindungi orang-orang yang memiliki risiko tinggi mengalami infeksi.
