Harian Berita – Hari ini, Selasa (7/04), diperingati sebagai hari Kesehatan Dunia (World Health Day). Peringatan ini diadakan untuk menandai berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada tanggal 7 April 1948. Hari Kesehatan Dunia diselenggarakan sebagai kesempatan untuk menarik perhatian dunia dalam menyadari masalah – masalah besar kesehatan secara global di setiap tahunnya. Hari Kesehatan Dunia diakui oleh berbagai organisasi pemerintah dan nonpemerintah yang memiliki kepentingan dalam masalah kesehatan publik.
Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, Hari Kesehatan Dunia dijadikan saat yang tepat untuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga medis yang ada di seluruh dunia, khususnya perawat dan bidan. Mengingat pentingnya peran perawat dan bidan yang menjadi garda depan dalam merawat pasien.
Pada perayaan World Health Day kali ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema “Support Nurses and Midwives” atau “Dukung Perawat dan Bidan”. Tema ini dimaksudkan untuk menghargai perjuangan para tenaga medis yang telah menempatkan mereka dalam risiko dengan menjadi garda depan penanganan Covid-19.
Secara umum, perawat dan bidan mengambil 50 persen total tenaga medis di dunia. WHO juga menyoroti kondisi keperawatan dunia saat ini. WHO dan mitra akan membuat strategi untuk memperkuat tenaga keperawatan dan kebidanan, di mana setiap negara diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan keberagaman studi bagi perawat dan bidan tahun 2020. WHO menyebut, dunia membutuhkan sembilan juta perawat dan bidan untuk mencapai kemerataan kesehatan pada 2030.
Secara global, 70 persen tenaga keperawatan dan kebidanan dipegang oleh kaum perempuan. Perawat dan bidan memainkan peran penting dalam merawat pasien di mana pun, termasuk dalam situasi pandemi Covid-19. WHO mencatat, banyak negara perlu untuk memastikan keamanan perawat dan tenaga medis lainnya saat bekerja.
Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, sejumlah perawat dari berbagai belahan dunia mengalami kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), termasuk di Indonesia. Kondisi ini di khawatirkan akan membuat para perawat berisiko tertular infeksi virus Corona dari pasien yang dirawatnya
Selama 50 tahun tahun terakhir, Hari kesehatan Dunia mengangkat beragam masalah kesehatan, diantaranya kesehatan mental, kesehatan ibu dan anak, serta dampak perubahan iklim bagi kesehatan.
Hari Kesehatan Dunia yang kita peringati di tengah pandemi Covid-19 dapat kita manfaatkan untuk memberikan dukungan positif untuk seluruh tenaga kesehatan diseluruh dunia, termasuk perawat dan bidan. Saatnya kita memberikan dukungan yang real kepada seluruh tenaga medis di seluruh dunia yang mengabdikan dirinya sebagai garda depan dalam profesi kesehatan
