Harian Berita — Hingga saat ini, jumlah korban gempa dengan magnitude 7,7 yang terjadi di Myanmar terus bertambah. Dilaporkan, ribuan orang meninggal dan ratusan orang masih hilang.
Berdasarkan laporan dari Junta militer per Minggu (30/3) yang dilansir dari media independen Myanmar Now, jumlah orang hilang tercatat 300 orang, korban luka 3.400 orang, dan 1.700 meninggal.
Beberapa pakar menduga bahwa angka tersebut akan terus bertambah, sebab banyak korban yang berada di bawah reruntuhan.

Gempa yang terjadi di Myanmar ini menyebabkan banyak bangunan yang hancur, termasuk kuil dan jembatan warisan kolonial berusia 90 tahun.
Kepala junta militer Min Aung Hlaing, dalam menanggapi bencana tersebut melakukan tindakan langka dengan meminta bantuan komunitas internasional.
“Saya ingin menyampaikan undangan terbuka ke organisasi dan negara mana pun yang bersedia datang dan membantu orang-orang yang membutuhkan di negara kita,” ujar Min Aung Hlaing dalam pidato yang disiarkan di televisi, Jumat (28/3), melansir dari CNN.
Usai mengambil alih kekuasaan, junta memang membatasi akses masuk ke Myanmar, yang mana termasuk bantuan.
Sebagai informasi, gempa di Myanmar juga terasa sampai ke Thailand terutama di Bangkok. Berdasarkah laporan, jumlah korban tewas di negara ini mencapai 18 orang.
