Harian Berita – Karena kenaikan tingkat kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana akan menambah tempat isolasi mandiri terpusat.
Hal ini di karenakan, naiknya kasus Covid-19 di Jateng yang paling banyak berasal dari klaster keluarga yang kurang disiplin ketika menjalani isolasi mandiri di rumah.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengatakan, Jateng sudah jauh-jauh hari menggunakan isolasi terpusat.
Ganjar memberikan contoh tempat isolasi terpusat di Jateng dimulai di RUmah Dinas Wali Kota Semarang. Bukan hanya itu saja, Pemerintah Kota Jawa Tengah juga memanfaatkan Hotel Kesambi sebagai tempat untuk isolasi mandiri.
Ganjar berkata, sebenarnya sudah banyak jalan, kalau Kota Semarang kan sudah dari dulu rumah Pak Wali, kita juga bantu dengan hotel kesambi. Kita lebih dulu sebenarnya.
Ganjar juga menjelaskan, seperti di sejumlah daerah yang saat ini mengalami kenaikan kasus positif Covid-19, mereka sudah mulai membuat atau mencari tempat isolasi mandiri terpusat.
“Contohnya saja seperti di Banyumas. Banyumas itu sudah bisa juga untuk membuat tempat isolasi mandiri terpusat. Mereka membuatnya di daerah Baturaden. Namun, lain dengan Kota Pekalongan, Pak Wali berkata hotelnya tidak mau,” imbuhnya.
Selain itu, Ganjar meminta kepada setiap daerah di Jawa Tengah untuk menyiapkan tempat isolasi terpusat. Agar, nantinya pasien Covid-19 yang akan melakukan isolasi mandiri dapat menerima pelayanan yang nyaman dan disiplin dalam protokol kesehatannya.
Hal ini menindaklanjuti Menko Maritim dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan, dimana beliau mengatakan bahwa Jateng saat ini masih mengalami kenaikan kasus positif Covid-19 dan klaster terbanyaknya adalah dalam klaster keluarga.
Diberitakan sebelumnya, Luhut berkata jika perlu ada penambahan tempat isolasi terpusat agar pengawasan dan penanganan terhadap pasienpositif Covid-19 dapat lebih terkontrol, sehingga tingkat kesembuhan akan terus meningkat.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga mengaku menyetujui mengenai keputusan pengurangan libur akhir tahun oleh pemerintah pusat. Karena keputusan yang diambil ini dinilai dapat mengurangi tingkat penularan Covid-19 yang kini semakin bertambah.
Dia juga mengatakan bahwa keputusan yang diambil dari pemerintah pusat ini sesuai dengan aspirasi yang diusulkannya selama ini.
Pasalnya, penyebaran Covid-19 akan semakin tak terkendali karena liburan dapat menjadi indikasi salah satu penyebab penambahan kasus Covid-19.
“Terima kasih, berarti apa yang coba kita sampaikan direspon dengan baik dan itu cara mencegah agar tidak terjadi kerumunan dan Insya Allah penambahan ya akan bisa kita ke kendalikan,” jelasnya.
