Harianberita.web.id – Pengawas perubahan iklim PBB mengatakan pilihan makanan kita secara langsung berhubungan dengan penggunaan lahan dan penyalahgunaannya merupakan pendorong utama masalah ini. Para ilmuwan mengklaim perubahan radikal dalam bagaimana tanah diperlakukan sangat penting untuk menyelamatkan planet ini.
Laporan dari Panel Antarpemerintah PBB tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change atau disingkat IPCC) menyatakan bahwa segala upaya untuk mengurangi emisi efek rumah kaca dan menghentikan pemanasan global mungkin akan menjadi sia-sia tanpa perubahan dalam penggunaan lahan global, pertanian, dan perubahan pola makan.
Ini menekankan bahwa, sementara populasi bumi terus bertambah, permintaan akan bahan pangan juga meningkat. Kecenderungan ini akan meningkat dalam waktu dekat, sedangkan sumber daya planet ini terbatas, dengan sekitar 70% lahan sudah digunakan untuk produksi pangan, tekstil, dan bahan bakar.
Ia mengklaim bahwa bumi akan kehabisan bahan pangan. Para peneliti memberikan rekomendasi dengan cara mengurangi tekanan pada lahan dan membuat sistem pangan lebih berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan populasi manusia yang terus bertambah.
Publikasi menunjukkan bahwa cara terbaik untuk mengubah situasi adalah menghentikan deforestasi, mengoptimalkan area yang ada untuk produksi pangan dan merehabilitasi dua miliar hektar lahan yang sudah terdegradasi.
Menurut Hans-Otto Pörtner, salah satu ilmuwan IPCC, beberapa negara tidak mengerti bahwa deforestasi di negara tropis harus dihentikan. Publik harus diedukasikan tentang hal ini karena ini menyangkut masa depan bumi.
Selain deforestasi, pihak IPCC juga menyarankan agar upaya pribadi manusia untuk beralih ke diet nabati juga dapat mempengaruhi situasi iklim yang buruk ini. Diet ini juga dapat memperbaiki gizi manusia. IPCC merekomendasikan manusia untuk mengurangi makan daging.
Laporan IPCC dilakukan oleh 103 ahli dari 52 negara selama dua tahun terakhir.
