Mahfud MD : Indonesia Bangga Punya Diplomat Seperti Silvany

Harian Berita – Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) menyampaikan kebanggannya terhadap diplomat perwakilan Indonesia dalam Silvany Austin Pasaribu dalam Sidang Umum PBB.

Belakangan ini Silvany banyak menerima apresiasi karena ketegasannya menyampaikan hak jawab Indonesia atas tudingan negara Vanuatu terkait penegakan HAM di Papua.

Mahfud juga menyadari apa yang dilakukan oleh Silvany bukanlah kerjanya seorang diri melainkan kerja tim diplomasi Indonesia di PBB.

“Soal Silvany yang menyampaikan hak jawab tentang klaim Vanuatu , saya ingin katakan, kita semua bangga punya diplomat seperti Silvany itu. Tentu bukan kerja sendiri, tapi kerja kolektif diplomatik kita di PBB sana yang diwakili oleh Sillvany itu,” kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (1/10/2020).

Mahfud juga membenarkan apa yang disampaikan Silvany. Mahfud mengungkapkan sejak 2016 protes atau gugatan dari negara lain ke Indonesia tentang sikapnya terhadap Papua terus berkurang.

“Dulu ada tujuh tahun 2016, sesudah itu turun menjadi enam, sesudah itu turun menjadi empat. Kemarin menjadi tiga, lalu sekarang tinggal satu, Vanuatu. Itu sudah tidak menarik. Oleh sebab itu tentu kita lebih banyak yang bangga. Yang menyatakan resisten, Indonesia kok resisten terhadap masalah penegakan HAM, karena bagi Indonesia Vanuatu itu mengada-ada,” kata Mahfud.

Ia juga menyebut pemerintah tetap melakukan penegakan hukum dan perlindungan HAM di Papua.

“Bahwa kita tetap akan melakukan penegakan hukum dan perlindungan HAM di sana itu sudah pasti. Oleh sebab itu kita memberi tempat yang luas buat Komnas HAM. Silakan di sana. Lakukan perlindungan HAM, penyelidikan, nanti kita adu data, lalu ambil keputusan atau sikap sebagai sebuah negara,” kata Mahfud.

Sebelumnya Indonesia dan Vanuatu terlibat debat panas dalam sidang Majelis Umum PBB.

Semua itu berawal dari Perdana Menteri Negara Vanuatu Bob Loughman yang mengungkit permasalah isu pelanggaran HAM di Papua.

Kerennya Cara Silvany Pasaribu Menjawab Tuduhan Delegasi Vanuatu soal  Pelanggaran HAM di RI

Diplomat perwakilan Indonesia Silvany Austin Pasaribu membantah tudingan tersebut dengan tegas  dan meminta Vanuatu untuk tidak ikut campur permasalahan Papua. Bahkan Silvany menyebut tindakan Vanuatu tersebut memalukan.

“Sangat memalukan bahwa satu negara ini terus-menerus memiliki obsesi yang berlebihan dan tidak sehat tentang bagaimana seharusnya Indonesia bertindak atau menjalankan pemerintahannya sendiri,” ujar Silvany pada awal pidatonya, yang dilansir dari Youtube PBB pada Sabtu (26/9/2020).

“Terus terang saya bingung bagaimana bisa suatu negara mencoba untuk mengajar negara lain, sementara kehilangan inti dari seluruh prinsip dasar Piagam PBB,” lanjutnya.

Silvany mengatakan bahwa tuduhan pemerintah Vanuatu sudah tidak menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah negara Indonesia.

“Setiap negara harus saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah negara lainnya,” katanya.

Silvany menegaskan bahwa Indonesia dengan sadar berusaha mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia, di mana setiap individu memiliki hak yang sama di bawah hukum.

“Indonesia terdiri atas lebih dari ratusan suku bangsa yang beragam dan multikultural, dengan ribuan suku, ratusan bahasa daerah yang tersebar di lebih dari 17 ribu dan 400 pulau, berkomitmen terhadap hak asasi manusia,” kata Silvany.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia dengan sadar berusaha mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia, di mana setiap individu memiliki hak yang sama di bawah hukum.