Mau Naik Rinjani? Pahami SOP Pendakiannya!

Harian Berita — Gunung Rinjani, yang menjulang megah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), selalu menjadi daya tarik utama para pendaki, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Keindahan panorama alamnya—dari hamparan savana hingga Danau Segara Anak yang ikonik—menawarkan pengalaman petualangan yang sulit dilupakan.

Namun, di balik keindahannya, Gunung Rinjani menyimpan tantangan dan risiko. Oleh karena itu, setiap pendaki wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) resmi yang ditetapkan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) demi keselamatan pribadi dan kelestarian lingkungan.

Pentingnya Patuh pada SOP

Peristiwa tragis menimpa Juliana Marins (26), seorang pendaki asal Brasil yang terjatuh ke jurang sedalam 600 meter saat mendaki Rinjani pada Sabtu (21/6/2025). Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazahnya pada Selasa (24/6). Kejadian ini menjadi pengingat serius bahwa keselamatan adalah hal utama dalam mendaki gunung.

Sebelum mulai mendaki, semua calon pendaki wajib melakukan registrasi secara online melalui aplikasi resmi e-Rinjani. Sistem digital ini dirancang untuk memastikan pendataan, kontrol kuota, dan monitoring aktivitas pendakian.

Langkah-langkah pendaftaran:

  1. Unduh aplikasi e-Rinjani
  2. Buat akun dan isi data pribadi
  3. Pilih jalur dan waktu pendakian
  4. Cek ketersediaan kuota
  5. Lakukan pembayaran dan simpan e-tiket

Syarat Dokumen Pendakian

Selain e-tiket, pendaki juga harus membawa dokumen resmi, yaitu:

KTP (untuk WNI)

Paspor atau KITAS (untuk WNA)

Surat keterangan sehat dari dokter

Surat sehat menjadi syarat mutlakagar pendaki siap menghadapi kondisi ekstrem seperti udara tipis dan cuaca yang cepat berubah di ketinggian.

Perlengkapan Wajib dan Etika Mendaki

Pendaki harus membawa perlengkapan standar, antara lain:

• Tenda dan matras

• Sleeping bag

• Pakaian hangat

• Sepatu gunung yang sesuai

Kekurangan perlengkapan sering kali menjadi penyebab utama kecelakaan di gunung. Oleh karena itu, persiapan yang matang adalah kunci keselamatan.

Tak kalah penting, pendaki wajib menjunjung etika konservasi lingkungan. Kawasan Rinjani adalah habitat berbagai flora dan fauna endemik yang dilindungi.

Larangan Selama Pendakian

Hal-hal berikut dilarang keras selama mendaki, yakni membawa senjata api, mengonsumsi alkohol atau narkoba, dan membuang sampah sembarangan

Seluruh sampah yang dihasilkan harus dibawa turun kembali. Tindakan ini bukan sekadar aturan, tapi bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Menjaga Rinjani, Menjaga Warisan Alam

Mendaki Gunung Rinjani bukan hanya tentang menaklukkan ketinggian, tapi juga soal menjaga harmoni antara manusia dan alam. Dengan mematuhi seluruh SOP dan etika pendakian, setiap langkah yang kita ambil menjadi bagian dari upaya melestarikan salah satu gunung terindah di Indonesia ini.