Orang Tua Wajib Tahu! 7 Ciri TBC pada Anak

Harian Berita – Banyak sekali orangtua yang bertanya-tanya, apa penyebab TBC pada anaknya? Ketakutan pada para orangtua tersebut beralasan. Sebab, para orangtua sudah merasa merawat dan menjaga kesehatan buah hatinya.

Namun perlu diketahui, tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit menular yang bisa menyerang setiap orang, termasuk anak-anak.

Ikatan Dokter Anak Indonesia mengungkapkan, satu dari 10 pengidap TBC adalah anak-anak. Jumlah kasus TBC yang ada di Indonesia juga yang terbanyak ketiga di dunia.

Oleh karena itu, untuk bisa meningkatkan kewaspadaan pada penyakit TBC ini, semua orang tua wajib mengenali penyebab TBC pada anak dan penularannya.

Penyebab TBC pada anak

Kementerian Kesehatan mengatakan, penyebab TBC pada anak berasal dari infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Yang mana sebagian besar kuman penyebab TBC menyerang paru-paru.

Namun, penyakit ini juga bisa menginfeksi tulang, selaput otak, kelenjar getah bening, mata, ginjal, jantung, hati, usus, dan kulit.

Anak-anak yang terkena TBC biasanya karena tertular dari orang sekitarnya, apalagi di tengah-tengah kondisi tingginya kasus TBC di Indonesia.

Faktor risiko penularan TBC pada anak sangat tergantung dari tingkat penularan, lamanya paparan biang penyakit, dan daya tahan tubuh anak.

Menular kepada anak

Penyakit ini bisa menular kepada anak saat penderita TB aktif batuk, bicara, bersin, bernyanyi, dan juga berbicara tanpa masker atau pelindung.

Saat itu, percikan cairan dari saluran pernapasan yang mengandung bakteri penyebab TBC ini bisa terhirup dan masuk ke paru-paru anak.

Kemudian, setelah kuman TBC masuk ke tubuh anak, mereka bisa mengalami infeksi dan merasakan beberapa gejala TBC. Gejala tersebut biasanya berselang dua sampai 12 minggu kemudian.

Adapun beberapa ciri-ciri TBC pada anak yang perlu diwaspadai, antara lain:

  1. Baru kontak erat dengan pengidap TBC
  2. Sering demam atau demam berkepanjangan lebih dari dua minggu, suhu tubuh demam terkait TBC biasanya tidak terlalu tinggi
  3. Nafsu makan menurun
  4. Berat badan turun atau tidak naik dalam waktu dua bulan berturut-turut
  5. Batuk terus-menerus lebih dari tiga minggu dan tidak sembuh setelah diobati
  6. Badan tampak lemas dan tidak aktif
  7. Muncul benjolan di leher, biasanya lebih dari satu

Jika orangtua merasakan ada beberapa gejala TBC pada anak di atas, sebaiknya segera memeriksakan anak Anda ke dokter.

Nantinya, dokter akan segera melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan pemeriksaan lanjutan berupa uji tuberkulin atau tes Mantoux. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya bakteri penyebab TBC pada anak.

Dan yang terpenting, jangan pernah khawatir, sebab penyakit TBC pada anak bisa disembuhkan, asalkan anak konsisten menjalani pengobatan selama enam sampai 12 bulan.