Ferdy Sambo Jadi Tersangka, Mako Brimob Dijaga Ketat

Harian berita – Dua kendaraan taktis (rantis) Brigade Mobile (Brimob) terlihat terparkir di gerbang masuk Gedung Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (10/8).

Seperti dikutip dari pantauan CNNIndonesia.com pada pukul 11.00 WIB, terlihat dua mobil taktis yang diparkir berjejer dengan beberapa kendaraan trail. Di mana sejumlah polisi juga bersiaga dengan seragam loreng dan rompi anti peluru, serta membawa senapan laras panjang.

Walaupun demikian, aktivitas yang terjadi di area tersebut terlihat lengang, sebab tidak banyak kendaraan yang keluar masuk Mako Brimob. Hanya saja sejumlah personel terpantau masuk kawasan tersebut dengan menggunakan motor.

Ferdy Sambo Ditetapkan Jadi Tersangka

Penjagaan yang dilakukan di gerbang Mako Brimob tersebut disinyalir seiring dengan ditetapkannya mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus kematian Nofryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Keputusan tersebut telah diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers, pada Selasa (9/8).

“Timsus telah menetapkan saudara FS sebagai tersangka ,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kini, Ferdy Sambo diketahui juga telah ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok terkait dugaan pelanggaran kode etik.

“Terkait dengan posisi Irjen FS saat ini dipatsuskan di rutan Brimob, tentunya setelah penetapan tersangka akan ditahan,” ujar Listyo.

Meski demikian, Listyo mengatakan, jika sampai saat ini belum diputuskan mengenai dimana lokasi penahanan Ferdy. Dia menyebutkan, lokasi penahanan akan diputuskan usai pemeriksaan.

Bharada E

Kini, polisi telah menetapkan total empat orang sebagai tersangka, mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir RR, serta KM. Nantinya, paratersangka dijerat Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP.

Dalam kesempatan tersebut, Listyo juga mengatakan bahwa jumlah personel yang diperiksa terkait dugaan tidak profesional bertambah, di mana semula 25 orang menjadi 31 orang.

BUkan hanya itu, personel yang dipindah ke tempat khusus juga akan bertambah dari 4 orang menjadi 11 orang.