Inilah Mengapa Tidak Boleh Minum Kopi saat Sahur!

Harian Berita – Banyak orang memiliki kebiasaan mengawali pagi hari dengan meminum secangkir kopi. Saat menjalankan ibadah puasa seperti sekarang ini, mereka pasti akan menyesuaikan waktu minum kopi di pagi hari menjadi saat sahur.

Tetapi apakah Anda tahu, jika kebiasaan tersebut sangat keliru. Karena meminum kopi di saat sahur dapat memengaruhi kesehatan Anda.

Kenapa tidak boleh minum kopi ketika sahur?

8 Fakta Seputar Kebiasaan Minum Kopi dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan

Makan ketika sahur tiba merupakan kunci persiapan bekal bagi tubuh dalam menjalankan ibadah puasa sepanjang hari.

Dan salah satu tips lancar dalam berpuasa yakni memenuhi kebutuhan cairan yang tepat saat sahur.

Dilansir dari Egypt Independent, orang yang berpuasa dianjurkan untuk menghindari minum terlalu banyak air selama sahur. Hal ini dikarenakan ginjal akan membuangnya selama beberapa jam ke depan.

Oleh karena asupan cairan yang terbatas, orang yang sedang berpuasa sangat tidak disarankan untuk meminum kopi atau asupan berkafein lainnya saat sahur.

Bukan hanya kopi, minuman yang mengandung kafein seperti teh, cokelat, hingga soda pun juga sebaiknya dihindari dan tidak diminum saat sahur.

Tubuh akan cepat kehilangan air jika minum kopi atau minuman berkafein lainnya saat sahur, sehingga orang akan menjadi mudah haus di siang hari. Hal ini juga dipengaruhi oleh sifat dari kafein yang diuretik.

Belum lagi, mengkonsumsi kafein dapat merangsang produksi air seni, dan membuat orang jadi sering kencing.

Sebaliknya, orang yang berpuasa sangat dianjurkan minum cairan yang mudah diserap dan serat sehat yang bisa bertahan lama di dalam perut.

Seperti minum air putih sebanyak dua sampai tiga gelas yang lengkapi dengan menu sahur buah dan sayur yang kaya air seperti semangka, melon, anggur, pir, timun, dan lain sebagainya.

Tips minum kopi saat puasa

Efek Buruk Terlalu Banyak Minum Kopi, Bisa Pengaruhi Aktivitas Sehari-hari

Namun, Anda juga pasti tahu jika mengubah atau menghilangkan rutinitas minum kopi saat puasa juga tidak mudah bagi orang yang terbiasa meminum kopi.

Melansir dari Cleveland Clinic, orang yang terbiasa minum kopi atau minuman berkafein lainnya jika dipaksa tiba-tiba berhenti dapat mengalami penarikan kafein.

Yang mana penarikan kafein ini bisa menyebabkan seseorang jadi susah berkonsentrasi, sakit kepala, atau mudah mengantuk.

Tetapi ada juga orang-orang yang tidak merasakan perubahan yang signifikan ketika pola konsumsi kafeinnya berubah.

Oleh sebab itu, untuk meminimalkan efek negatif pada tubuh, penting bagi yang terbiasa minum kopi untuk mengatur asupan kafeinnya saat berpuasa.

Berikut ini ada beberapa tips minum kopi saat puasa yang bisa Anda coba:

Geser waktu minum kopi jadi saat buka puasa

Apabila Anda merasa sulit untuk menghentikan kebiasaan minum minuman berkafein di pagi hari seperti saat sahur, Anda dapat mencoba menggeser waktu meminum kopi.

Anda bisa meminum kopi satu atau dua jam selepas buka puasa.

Anda juga tidak dianjurkan minum kopi atau minuman berkafein lainnya lebih dari pukul delapan malam. Karena kafein bisa membuat seseorang susah tidur setelah batas waktu tersebut. Pasalnya, efek kafein akan terasa sejam setelah diminum, dan efeknya bisa bertahan sampai empat jam.

Batasi minum kopi

Walaupun minum kopi saat puasa boleh dilakukan di waktu yang tepat, namun Anda harus menghindari mengkonsumsi kafein secara berlebih

Anda harus membatasi asupan kafein dengan minum kopi selepas buka puasa tak lebih dari dua cangkir.

Ketika Anda berbuka puasa, tubuh Anda  membutuhkan banyak asupan cairan yang mudah diserap seperti air putih.

Hal ini dilakukan untuk menghidrasi tubuh yang tidak menerima air sepanjang hari. Jadi, Anda disarankan untuk tetap minum air putih sebanyak delapan gelas per hari mulai dari buka puasa sampai sahur.

Cari alternatif selain kopi

Perlu diingat jika minum kopi saat sahur dapat menyebabkan sering kencing dan membuat Anda haus, cobalah mencari alternatif minuman hangat selain kopi.

Cobalah mengganti minum asupan yang berkadar kafein lebih rendah. Misalkan saja seperti kopi decaf, teh, atau cokelat.

Nantinya, ketika tubuh Anda sudah dapat beradaptasi, Anda dapat mengganti lagi opsinya menjadi minuman hangat yang minim kafein.

Contohnya saja seperti teh herbal tisane kembang telang, chamomile, atau seduhan rempah-rempah.