Isu Ijazah Palsu: Upaya Jatuhkan Jokowi

Harian Berita — Pengacara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, mengungkap motif di balik penyebaran isu ijazah palsu yang tengah bergulir. Rivai menyebut kasus tersebut diberitakan untuk menjatuhkan Jokowi dan merusak kredibilitasnya.

Rivai juga mengklaim tengah memegang video yang menunjukkan motif dari kelompok yang ingin Mengasingkan Jokowi dan membuatnya kesulitan menjalin hubungan kerja dengan para pejabat.

Ada video yang kami pegang, di situ tampak pernyataan dari seorang peneliti yang memang berniat mengasingkan Pak Jokowi sehingga beliau tak dapat lagi berinteraksi dengan kalangan penting. Ini yang tengah terjadi saat ini,” ujar Rivai saat jumpa pers di Senayan, Jakarta, Minggu (15/6).

Isu Ijazah Palsu Digulirkan demi Diskredit Jokowi

Rivai menduga pernyataan dan narasi tersebut bukan mencari kebenaran, tapi memang bertujuan untuk menjatuhkan Jokowi. “Bahkan waktu itu kami menduga ini upaya untuk mendiskreditkan Pak Jokowi,” tegasnya.

Rivai juga menyebut motif tersebut memiliki nuansa politis.

“Ini bukan lagi soal mencari kebenaran, tapi lebih ke masalah politis. Ada pernyataan yang tampak jelas punya muatan politis dan bukan akademis,” katanya.

Selain itu, Rivai menyebut ada kalangan yang mencari-cari masalah lain, seperti mencari kesalahan wapres, dan kemudian bergabung untuk melakukan upaya pemakzulan.

Polda Metro Jaya Diminta Mengusut Pencemaran Nama Baik Jokowi

Rivai juga menyampaikan bahwa laporan terkait ijazah palsu Jokowi telah dihentikan kepolisian karena tak ditemukan tindak pidana. Dalam konteks tersebut, Rivai meminta Polda Metro Jaya lebih tegas menindaklanjuti laporan terkait pencemaran nama baik kliennya.

“Kami meminta Polda Metro Jaya memutuskan, apakah laporan tersebut layak naik ke proses penyelidikan atau diberhentikan, agar ada kepastian hukum dan menjaga stabilitas politik sekaligus menjaga kredibilitas Pak Jokowi,” ujar Rivai.