Larang LGBT, MUI Dukung Bobby Nasution

Harian Berita – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara memberikan dukungan ke Wali Kota Medan Bobby Nasution yang menolak perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Medan. Hal ini dikarenakan LGBT dinilai telah menyalahi ajaran agama Islam serta tak sesuai dengan Pancasila.

“MUI sudah jelas prinsipnya, kehadiran LGBT itu ditolak. Jadi harus kita apresiasi tinggi kepada Wali Kota Medan, karena beliau komit dengan kepentingan masyarakat. Apalagi itu tidak sesuai dengan ajaran agama dan kepribadian Pancasila,” ujar Ketua MUI Sumut, Maratua Simanjuntak, pada Senin (2/1).

Maratua menilai pernyataan Bobby Nasution ini harusnya didukung dengan langkah konkret. Contohnya saja dengan membuat aturan hukum yang memberikan larangan dan sanksi kepada LGBT.

“Supaya dilakukan terus pencegahan, penjelasan dan kalau bisa tindakan. Tindakan agar (mereka) dipisah. Biar dia tidak mengganggu ketertiban umum dan tidak sesuai dengan agama,” katanya.

Maratua mengatakan, dalam ajaran agama Islam, LGBT adalah satu tindakan yang diharamkan. Karena itulah perlu tindakan tegas supaya LGBT tidak semakin meluas di Kota Medan.

“Secara Islam itu (LGBT) tidak boleh, haram hukumnya. Wali Kota harus menerapkan ajaran yang berlaku. Bahwa negara yang berlaku. Sudah benar itu wali kota. Perlu (dibuat aturan hukum larangan LGBT). Apa yang disampaikan wali kota, harus diikuti tindakan, maka dimulailah dari sekarang,” tegasnya

Penolakan Perilaku LGBT

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan Kota Medan menolak perilaku LGBT usai melihat banyak pasangan sesama jenis ketika perayaan malam tahun baru 2023. Pemandangan tersebut dia lihat ketika berjalan dari Kantor Wali Kota Medan ke acara perayaan malam tahun baru di Jalan Raden Saleh.

Bobby menegaskan supaya warga Medan menghindari perilaku tersebut sebab tidak sesuai dengan ajaran agama maupun budaya lokal.

“Sepanjang saya jalan dari depan Kantor Wali Kota saya lihat kok yang cowok sama cowok (berpasangan), nggak ada ya, Kota Medan nggak ada LGBT, kita anti LGBT!” tegas Bobby Nasution, pada Minggu (1/1).

Bobby pun mengungkapkan sikap anti LGBT merupakan pesan dari tokoh-tokoh agama.

“Tadi juga pesan dari tokoh – tokoh agama kita harus menghindari hal-hal seperti itu, kemaksiatan juga harus kita tekan, hal-hal yang di luar kebudayaan kita,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam budaya lokal pun, tak ada satu etnis di Kota Medan yang membolehkan berpasangan dengan sesama jenis.

“Tidak ada satupun etnis di Kota Medan ini yang mengajarkan berpasangan sesama jenis, jadi kita timbulkan kebudayaan kita saja, baik itu dari sisi kebudayaan maupun dalam kehidupan sehari-hari, begitu juga dalam berpasangan,” tuturnya.