Polisi Ungkap Rencana Sadis di Balik Pembunuhan Lansia di Riau

Harian Berita — Kasus pembunuhan disertai pencurian yang menimpa seorang lansia di Rumbai, Pekanbaru, mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Aparat kepolisian menemukan bahwa para pelaku tidak hanya berniat mencuri, tetapi sempat merancang aksi yang lebih besar, yakni menghabisi satu keluarga sekaligus.

Korban dalam peristiwa ini adalah Dumaris Deniwati Boru Sitio (60). Insiden terjadi pada Rabu (29/4) di kediamannya. Saat kejadian berlangsung, korban diketahui berada seorang diri di rumah, sementara anggota keluarga lainnya sedang tidak berada di lokasi.

Rencana Berubah di Tengah Perjalanan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Hasyim, menjelaskan bahwa rencana awal para pelaku hanyalah melakukan pencurian. Namun, dalam perjalanan menuju Pekanbaru, rencana tersebut berkembang menjadi tindakan yang lebih ekstrem.

Para pelaku bahkan sempat merencanakan untuk membunuh empat orang sekaligus, yakni pasangan suami istri dan dua anak mereka. Rencana ini menunjukkan bahwa aksi tersebut sudah dipikirkan secara matang, meski akhirnya tidak sepenuhnya terlaksana karena kondisi di rumah tidak sesuai target.

Penyelidikan polisi mengungkap bahwa para pelaku telah beberapa kali melakukan survei sebelum melancarkan aksi. Mereka mempelajari kondisi rumah, aktivitas penghuni, hingga waktu yang dianggap tepat untuk beraksi.

Bukan hanya itu, para pelaku juga diketahui pernah melakukan pencurian di rumah yang sama pada 8 April 2026. Dalam aksi sebelumnya, mereka berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp4 juta.

Fakta lain yang cukup mengejutkan adalah hubungan pelaku utama dengan korban. Pelaku diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan pernah tinggal bersama korban sebelum akhirnya pergi pada tahun 2023. Kedekatan ini diduga memudahkan pelaku dalam mengakses rumah serta mengetahui kondisi di dalamnya.

Aksi Kekerasan yang Berujung Kematian

Saat melancarkan aksinya, pelaku menyerang korban menggunakan benda tumpul yang telah dipersiapkan sebelumnya. Serangan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.

Setelah itu, tubuh korban dipindahkan ke kamar mandi. Polisi menduga langkah ini dilakukan untuk menghilangkan jejak atau mengaburkan lokasi kejadian sebenarnya.

Tak hanya itu, penyidik juga tengah mendalami kemungkinan adanya pengaruh obat-obatan terlarang yang membuat pelaku berani melakukan tindakan brutal tersebut.

Setelah melakukan kejahatan, para pelaku melarikan diri ke luar daerah. Mereka sempat menuju wilayah Sumatera Utara dan bahkan mengunjungi tempat hiburan.

Akan tetapi, pelarian tersebut tidak berlangsung lama. Aparat gabungan dari kepolisian bergerak cepat dan berhasil menangkap keempat pelaku dalam waktu singkat setelah kejadian.

Polisi Dalami Motif dan Faktor Pemicu

Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan berjalan secara menyeluruh. Selain mengusut peran masing-masing pelaku, penyidik juga mendalami motif utama di balik aksi tersebut, termasuk kemungkinan faktor ekonomi maupun pengaruh zat terlarang.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa kejahatan bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kedekatan hubungan antara pelaku dan korban. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan terhadap orang yang dikenal sekalipun.