Tidak Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM Pastikan Sinovac Aman

Harian Berita – Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) Lucia Rizka Andalusia, juru bicara Vaksinasi Covid-19, memastikan jika vaksin Covid-19 Sinovac tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya.

BPOM telah mengetahui ini semua setelah mereka melakukan evaluasi terhadap data mutu vaksin Sinovac.

Rizka dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden mengatakan, jika Badan POM dapat memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung bahan-bahan berbahaya, misalnya pengawet boraks dan formalin. Hal ini di ketahui berdasarkan hasil evaluasi mutu yang telah dilakukan.

Menurutnya, evaluasi mengenai mutu vaksin mencakup beberapa proses pengawasan, dimulai dari pengawasan bahan baku, proses pembuatan, sampai produk yang jadi vaksin. BPOM juga melakukan inspeksi langsung ke sarana produksi vaksin Sinovac.

Dari inspeksi yang dilakukan, BPOM harus memastikan bahwa vaksin sudah sesuai dengan standar penilaian mutu vaksin yang berlaku secara internasional.

Rizka juga menambahkan , walau dipastikan tidak mengandung bahan-bahan berbahaya, hingga saat ini pihaknya masih menyelesaikan analisis pada data uji klinis fase 3 vaksin Sinovac.

Semua proses ini diperlukan untuk menerbitkan izin edar darurat vaksin atau emergency use authorization.

“Apabila berdasarkan hasil evaluasi tersebut dinyatakan vaksin Covid-19 memenuhi syarat keamanan, khasiat dan mutu, serta pertimbangan bahwa kemanfaatan jauh lebih besar daripada risiko, tentunya (izin edar darurat) akan dapat diterbitkan,” kata Rizka.

Proses evaluasi untuk penerbitan izin edar darurat ini dilakukan oleh BPOM bersama Komite Nasional Penilaian Obat serta tim ahli di bidang imunologi dan vaksin yang tergabung dalam Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (Itagi).

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan jika pemerintah akan terus menyiapkan program vaksinasi Covid-19 dan pogram ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Dalam sambutan Presiden Joko Widodo yang ditayangkan YouTube Sekertariat Presiden, beliau mengatakan bahwa, vaksinasi akan segera dilakukan di pertengahan Januari 2021 ini untuk mencapai herd immunity, kekebalan komunal.

Jokiwi berpendapat jika, vaksinasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghentikan pandemi Covid-19. Walaupun tidak mudah, Jokowi ingin di tahun 2021 Indonesia bangkit dan pulih dari situasi pandemi.

“Ada satu syarat terpenting yang harus kita kerjakan. Untuk mencapai pemulihan ini kita harus berhasil mengatasi pandemi Covid. Kita harus mampu menghentikan wabah ini dengan segera,” kata Presiden Indonesia Joko Widodo.