Minuman Herbal Peningkat Daya Tahan Tubuh

Harian Berita – Seperti yang kita tahu, cuaca ekstrem kini masih melanda sebagian besar wilayah di Indonesia.

Di mana sering kali panas menyengat membuat tubuh tidak nyaman sampai terserang flu. Bukan hanya itu, hujan pun sudah mulai beberapa kali turun.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya dengan minuman herbal.

Lalu, apa saja minuman herbal untuk meningkatkan imun tubuh itu?

Apabila sudah begitu, kamu harus pintar-pintar menjaga daya tahan tubuh supaya tidak tumbang. Selain dengan  mengonsumsi makanan bergizi setiap hari, sejumlah minuman juga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Salah satu minuman yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah minuman herbal.

Pada 2020, sebuah studi di Integrative Medicine menyebut,  herbal dan rempah sudah digunakan selama berabad-abad untuk tujuan pengobatan dan mungkin jadi salah satu alat diet paling ampuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Dilansir berbagai sumber, berikut ini minuman herbal untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

1. Kunyit

Mengutip dari Everyday Health, kunyit merupakan rempah yang dikenal sejarah sebagai pengobatan ayurveda untuk kondisi peradangan.

“Meskipun penelitiannya masih belum jelas, mengonsumsi makanan anti-inflamasi dapat membantu mengurangi peradangan jaringan yang berhubungan dengan pilek dan flu,” ujar pakar nutrisi Wendy Bazilian.

Diketahui, kurkumin senyawa aktif utama dalam kunyit sangat ampuh, dan menawarkan sifat anti-inflamasi serta antioksidan yang kuat.

Bukan hanya itu, senyawa ini telah terbukti meningkatkan penanda stres oksidatif, berdasarkan ulasan dan meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of Functional Foods.

2. Jahe

Bukan hanya kunyit, selama berabad-abad jahe juga sudah digunakan untuk mengobati sakit kepala, pilek, mual, dan muntah.

Journal of Ethnopharmacology menerbitkan sebuah penelitian, yang menyebut jahe segar mencegah pembentukan plak dari virus pernapasan manusia. Di mana virus pernapasan umum ini menyebabkan gejala ringan seperti pilek.

3. Peppermint

Peppermint merupakan ramuan yang mengandung banyak flavonoid. Yakni senyawa tumbuhan yang mempunyai efek menguntungkan pada kesehatan kekebalan tubuh.

“Saya menganggap flavonoid sebagai pembantu rumah tangga yang membantu merapikan dan merapikan barang, meningkatkan kualitas dalam beberapa kasus, memperbaiki jika memungkinkan, dan menghilangkan kotoran di dalam tubuh,” ujar Bazilian.

Peppermint ini membantu tubuh bereaksi, memproses, melindungi, dan memperbaiki setiap hari.

4. Ginseng

Sebuah penelitian menyebut, ginseng memiliki khasiat memperkuat sumbu HPA, yakni sumbu hipotalamus, hipofisis, adrenal yang bertanggung jawab mengatur respons sistem kekebalan terhadap stres.

Stres kronis atau parah dapat membuat lemah sistem kekebalan tubuh, jadi penting bagi kamu untuk memiliki sumbu HPA yang kuat yang mana untuk membantu mengelola dampak stres terhadap sistem kekebalan tubuh.

“Dengan memperkuat sumbu HPA, Anda memperkuat sistem kekebalan tubuh,” ujar Mark Frost, pakar pengobatan herbal di American College of Traditional Chinese Medicine dikutip Insider.

5. Bawang putih

Bukan hanya dipakai sebagai bumbu masakan, bawang putih juga memiliki manfaat meningkatkan daya tahan tubuh.

Bawang putih sendiri merupakan ramuan antimikroba yang kuat, terutama untuk usus. Bawang putih bahkan diyakini memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antiprotozoal.

Khasiat ini bisa membantu melawan infeksi dada dan infeksi saluran pernafasan.

6. Echinacea

Dilansir dari Greatist, echinacea atau coneflower bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh dalam memproduksi sel pembunuh alami dan pelawan penyakit lainnya.

Sebuah meta-analisis tahun 2015 menyebut, echinacea paling bermanfaat bagi orang-orang dengan fungsi kekebalan tubuh rendah, bahkan mengurangi risiko pilek hingga 35 persen.

7. Teh hijau

Teh hijau mempunyai kandungan katekin dan kandungan yang bersifat antioksidan. Oleh sebab itu, teh hijau bisa membantu menjaga supaya tubuh terbebas dari radikal bebas serta infeksi virus atau bakteri yang bisa melemahkan daya tahan tubuh.