1,7 Juta Pengungsi Afghanistan Diusir Pakistan

Harian Berita – Usai adanya serangkaian bom bunuh diri terjadi, Pakistan memerintahkan seluruh imigran ilegal mencakup 1,7 juta pengungsi Afghanistan untuk segera angkat kaki di negara Asia Selatan ini.

Sarfraz Bugti selaku Menteri Dalam Negeri Pakistan, menuding ada keterlibatan warga Afghanistan dalam 14 dari 24 insiden bom bunuh diri di negara tersebut semenjak Januari.

“Semua sepakat bahwa kami diserang dari dalam Afghanistan dan warga negara Afghanistan terlibat dalam serangan terhadap kami. Kami punya bukti,” kata Bugti, dikutip dari Reuters, Selasa (3/10).

Islamabad sedniri sudah menerima gelombang pengungsi Afghanistan terbesar semenjak adanya invasi Soviet ke Kabul pada 1979.

Lalu, pengungsi pun bertambah setelah muncul perang saudara, pendudukan militer Amerika Serikat, hingga Taliban menguasai Afghanistan kini.

Bugti juga menerangkan, ada sekitar 1,73 juta warga Afghanistan di Pakistan tidak memiliki dokumen resmi untuk tinggal.

Akan tetapi, berdasarkan catatan PBB sekitar 1,3 juta warga Afghanistan adalah pengungsi terdaftar di Pakistan. Sementara 880.000 lainnya mempunyai status hukum untuk tetap tinggal.

Pengungsi Afghanistan di Pakistan

Saat ini, total pengungsi Afghanistan di Pakistan sudah mencapai 4,4 juta jiwa. Bugti juga mengumumkan jangka waktu supaya para pengungsi Afghanistan segera pergi.

“Kami memberi batas waktu 1 November,” ucap Bugti.

Pemerintah interim Afghanistan, Taliban buka suara menanggapi pengusiran ini.

“Sikap Pakistan terhadap pengungsi Afghanistan tak bisa diterima,” tulis Zabihullah Mujahid, juru bicara pemerintah Taliban di situs media sosial X.

Dia melanjutkan, bahwa pengungsi Afghanistan tak terlibat dalam masalah keamanan Pakistan.

“Selama mereka meninggalkan Pakistan secara sukarela, negara tersebut harus menoleransi,” lanjut Mujahid.

Juru bicara Kementerian Pengungsi dan Repatriasi Afghanistan versi Taliban, Abdul Muthalib Haqqani, juga menolak klaim Pakistan ini.

“Kami menyangkal semua klaim ini karena warga Afghanistan bermigrasi ke negara lain demi keselamatan dan keamanan mereka,” kata Haqqani.

Haqqani merasa, apabila seseorang bermigrasi ke negara lain demi keselamatan, mereka akan mencari tempat yang lebih aman. Di mana berarti, orang-orang tersebut tak mungkin menciptakan lingkungan yang tak aman.