Cari Tahu Apa Itu Penyakit Rabies!

Harian Berita – Penyakit rabies merupakan salah satu penyakit yang patut diwaspadai di Indonesia, sebab sudah beberapa kali menimbulkan wabah di beberapa wilayah.

Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan anjing gila, bisa mematikan jika terlambat ditangani. Guna  meningkatkan kewaspadaan pada masalah kesehatan ini, yuk kita kenali apa itu rabies, gejala, penularan, serta bagaimana cara pengobatannya.

Rabies

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, rabies merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini ditularkan dari hewan yang terinfeksi ke manusia.

Jika gejala rabies muncul, penyakit ini bisa mematikan karena dapat merusak kinerja otak. Akan tetapi, sebenarnya penyakit zoonosis ini bisa dicegah supaya tidak berdampak fatal dengan vaksin untuk manusia dan imunoglobulin.

Penyebab rabies dan bagaimana penularan rabies

Penyakit rabies ini disebabkan oleh virus lyssa dari golongan rhabdoviridae. Virus rabies sendiri hanya dapat menyerang segala jenis mamalia, termasuk manusia.

Virus rabies akan masuk ke tubuh manusia melalui gigitan, cakaran, atau air liur hewan yang terinfeksi virus rabies. Penularan rabies bisa melalui hewan peliharaan atau hewan liar, seperti anjing, kelelawar, moyet, sampai kucing.

Gejala rabies

Menurut Kementerian Kesehatan, ada perbedaan antara gejala rabies pada manusia dan hewan. Berikut penjabarannya:

Gejala rabies pada manusia di tahap awal penyakit, antara lain:
  • Demam
  • Badan lemas dan lesu
  • Tidak nafsu makan
  • Susah tidur atau insomnia
  • Sakit kepala parah
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri, kemudian terasa kesemutan atau lokasi gigitan terasa panas
  • Cemas

Jika tahap infeksi rabies sudah parah, penderita dapat mengalami cemas hebat, takut air atau atau angin atau cahaya, sebelum meninggal dunia.

Sementara gejala rabies pada hewan, antara lain:
  • Hewan menjadi ganas dan tidak menurut pada pemiliknya
  • Tidak mampu menelan
  • Lumpuh
  • Mulut terbuka dan air liur keluar secara berlebihan
  • Tidak mau terkena cahaya dan bersembunyi di tempat gelap dan sejuk
  • Ekor dilengkungkan ke bawah perut di antara kedua paha

Dalam tahap lanjut, hewan yang terkena rabies bisa kejang-kejang dan mati. Pada sejumlah kasus, ada juga kasus rabies yang tidak bergejala, di mana hewan tidak terlihat sakit, namun tiba-tiba mati.

Pengobatan rabies

Perlu diketahui, penyakit rabies yang terkena pada manusia tidak bisa sembuh secara total. Akan tetapi, pengobatan rabies efektif untuk membantu memperlambat efek infeksi virus supaya tidak berujung pada kematian.

Berikut ini beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai pertolongan pertama pengobatan rabies pada manusia:

  1. Cuci luka gigitan atau cakaran hewan secepatnya dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit
  2. Setelah luka dibersihkan, segera berikan cairan antiseptik
  3. Segera bawa penderita ke rumah sakit setelah luka dibersihkan. Di rumah sakit, penderita biasanya akan diberi antiseptik dan vaksin anti-rabies dan serum anti-rabies

Pembersihan luka dan pertolongan pertama di atas dapat mencegah infeksi rabies berkembang jadi gejala parah hingga mematikan. Semakin cepat penyakit ini ditangani, risiko kematian juga semakin rendah.

Jangan lupa juga untuk melakukan langkah pencegahan rabies dengan memberikan vaksin rabies pada hewan peliharaan. Dapatkan vaksin rabies untuk manusia apabila berisiko terkena penyakit ini, menghindari kontak dengan hewan yang potensial rabies, serta melapor ke petugas kesehatan apabila mendapati gejala rabies.