Harian Berita — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil menggerebek gudang penyimpanan narkoba yang berlokasi di Jalan Sekolah Gang Padang, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Penggerebekan ini membongkar aktivitas sindikat narkoba jaringan internasional asal Thailand.
Dilaporkan, penggerebekan ini terjadi pada Selasa, 29 Juli 2025, sekitar pukul 17.00 WIB.
Dirresnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di rumah tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Khusus Ditresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian intensif. Setelah mengumpulkan cukup bukti, tim bergerak cepat dan melakukan penggerebekan.
Empat Tersangka Diamankan
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap empat tersangka pria, yaitu:
- RR (32) sebagai pemilik rumah dan pemilik narkoba,
- IS (45) berperan sebagai pengedar,
- FM (42) berperan sebagai kurir dan penjaga rumah,
- FA, turut diamankan dengan hasil tes urine positif narkoba.
Dari rumah tersebut, petugas menemukan berbagai jenis narkoba dalam jumlah besar, antara lain:
- Sabu seberat 26 kg, sebagian dikemas dalam bungkus teh Cina merek GuanYinWang.
- Ketamin sebanyak 2,4 kg.
- Ekstasi sebanyak 39.650 butir atau sekitar 16,2 kg, dengan berbagai merek seperti Tesla, Rolex, dan Transformer.
- 150 cartridge liquid vape yang mengandung zat narkotika.
- 34 bungkus Happy Water yang mengandung dipentilon dan heroin.
- Sejumlah alat komunikasi dan wadah penyimpanan narkotika.
Terhubung ke Jaringan Thailand
Dalam pemeriksaan, para tersangka mengaku bahwa mereka menerima kiriman narkoba dari seorang pengendali berinisial HS, warga Aceh yang kini berdomisili di Thailand. Polisi menduga HS adalah bagian dari jaringan internasional pengedar narkoba yang lebih besar.
“Penyelidikan terhadap jaringan dan identitas lainnya masih terus dikembangkan,” ungkap Kombes Calvijn.
Polda Sumut berkomitmen untuk menelusuri hingga ke akar jaringan peredaran narkoba ini. Mereka terus melakukan pengembangan untuk menemukan aktor-aktor besar lainnya di balik distribusi barang haram tersebut.
“Kami akan kejar mata rantai distribusinya sampai tuntas. Tidak hanya pelaku lapangan, tapi juga dalang utamanya,” tegasnya.
